Fresh Graduate, Pilih Berbisnis Atau Menjadi Karyawan Kantoran?

Setelah lulus kuliah, semangat untuk mencari pekerjaan sangat menggebu bagi para fresh graduate. Puluhan hingga ribuan CV dan surat lamaran sudah dibagikan keseluruh perusahaan yang ada. Namun hingga berbulan – bulan jawaban dari lamaran tersebut belum ada membuat patas semangat.

Sekarang ini memang lapangan pekerjaan sangat banyak diluaran sana, tetapi hal ini bukan berarti orang dengan mudah mendapatkannya apalagi harus bersaing dengan ribuan hingga jutaan pelamar lainnya. Apalagi untuk fresh graduate yang memang belum memiliki pengalaman apapun dibidang pekerjaan.

Sekali sudah mendapat pekerjaan, tidak sesuai dengan ekspetasi yang di inginkan. Sehingga mereka hanya bertahan tidak lebih dari setahun mengajukan resign. Tidak siapnya menghadapi dunia kerja, membuat para fresh graduate lebih memilih untuk keluar dari pekerjaan tersebut dan lebih memilih menjadi pengangguran. Sehingga kejadian awal lulus pun terjadi, mencari pekerjaan.

Tetapi tidak jarang pula banyak para lulusan lebih memilih untuk bekerja diri sendiri, atau kata lainnya adalah membuka usaha. Entah itu berkolaborasi dengan orang lain atau personal. Terlalu tingginya ego para fresh graduate lah yang menjadi alasan kenapa menginginkan membuka bisnis.

Tidak ada yang salah dengan itu semua, bahkan itu lebih baik daripada bekerja di sebuah perusahaan. Dari berbisnis, anak muda ini mengerti bagaimana susahnya mencari pundi – pundi keuangan. Bahkan pengalaman yang mereka dapati 100 x lipat lebih besar daripada fresh graduate yang bekerja di perusahaan.

Meniti karir sebagai pebisnis memang jauh berbeda dengan meniti karir bekerja di sebuah perusahaan. Setiap bulannya pebisnis mendapatkan pemasukan berbeda – beda. Lain halnya dengan seorang karywan yang memang mendapatkan gaji tetap.

Perasaan iri hati pastinya muncul ketika melihat orang sukses menjadi seorang karyawan. Memang mereka sukses namun satu hal yang ditanamkan seberapa sukses mereka tetap saja sebagai bawahan. Berbeda halnya dengan berbisnis. Meski hanya bisnis kecil – kecilan tetap saja kita sebagai atasan atau bos, yang artinya bahwa kita lebih tinggi jabatannya dibanding mereka.

Baca : Tips Travelling Murah Untuk Kaum Millennial

Bahkan dengan membuka bisnis sendiri, kita bisa mengajak orang lain untuk bekerja sama sehingga membuka lapangan baru untuk orang lain. Dengan begitu, adanya lapangan pekerjaan baru bisa mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia ini.

Bagaimana caranya membuka lapangan pekerjaan yang baik untuk para pemula? Apakah bisa membuka lapangan pekerjaan orang lain sedangkan tidak memiliki pengalaman yang cukup di dunia bisnis tersebut. dibawah ini ada beberapa saran yang bisa dilakukan ketika menginginkan membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain:

  • Membuka bisnis sesuai dengan hobi dan kemampuan

Banyak orang yang gagal ketika berbisnis adalah tidak adanya kemampuan yang pas dalam dirinya. Terlalu memaksakan kehendak yang akhirnya malah membuat kacau. Memulai bisnis sesuai dengan kemampuan, apalagi sesuai hobi. Bila sudah sesuai nantinya pasti akan berjalan dengan lancar.

  • Modal bukan menjadi yang utama

Bisnis bukan melulu mengenai modal. Seberjalannya waktu, modal lah yang akan mengikuti alurnya. Tidak ada orang membuka bisnis dengan modal besar langsung berkembang pesat. Setiap bisnis pasti ada pasang surutnya. Lebih utama adalah niat ketika berbisnis. Apabila hanya memiliki modal kecil maka bisa membuka bisnis kecil – kecilan terlebih dahulu. Lama kelamaan chasflownya akan membaik maka bisa perlahan mengembangkan bisnis tersebut.

  • Seimbang antara ide dan eksekusi

Ide yang kreatif memang diperlukan dalam membuka bisnis. Apalagi sekarang masyarakat lebih kritis dalam memilih. Kita sebagai pelaku bisnis harus memutar otak yang lebih kreatif untuk menarik pelanggan. Tetapi ide saja tidak akan berjalan apabila eksekusinya tidak dilakukan dengan benar. Maka ketika ide muncul maka pelaksanaanya harus segera dilakukan.

  • Jiwa pemimpin harus ada dalam jiwa

Meski mempunyai banyak ide kreatif yang dituangkan, sudah banyak pengeksekusian dikerjakan namun tidak memiliki jiwa kepemimpinan, rasanya itu seperti tong kosong nyaring bunyinya. Artinya sangat percuma dilakukan, yang ada adalah kesuksesan akan menjauh dengan begitu saja. Sebagai orang yang berada paling atas jabatannya, jiwa kepimpinan sangat dibutuhkan agar bisa membimbing dan memimpin tim atau bawahan untuk melaksanakan tujuan berbisnis. Sehingga bisnis yang dijalan akan berkembang dengan mudah.